Jumat, 01 Februari 2008

Lenong


Lenong merupakan kesenian panggung hiburan atau teater rakyat khas Betawi yang berbentuk cerita (lakon) yang diiringi dengan musik gambang kromong dan sampai sekarang masih hidup dan berkembang dilingkungan masyarakat pinggiran Jakarta .


Pertunjukan lenong dibuka dengan lagu (instrumental dan dengan nyanyian), diiringi musik gambang kromong. Kemudian lakon (cerita) dalam beberapa babak, diselingi musik dan lawak (bodoran). Biasanya pada waktu menyajikan nyanyian atau bodoran penonton dimintai saweran (bayaran/sumbangan secara sukarela).


Lenong merupakan tontonan, yang sudah dikenal sejak 1920-an. Lenong merupakan kelanjutan dari proses teaterisasi dan perkembangan musik Gambang Kromong. Jadi, Lenong adalah alunan Gambang Kromong yang ditambahi dengan unsur bodoran atau lawakan tanpa plot cerita. Selanjutnya berkembang menjadi lakon-lakon berisi banyolan pendek, yang dirangkai dalam cerita tak berhubungan. Lantas menjadi pertunjukan semalam suntuk, dengan lakon panjang utuh, yang dipertunjukkan lewat ngamen keliling kampung. Selepas zaman penjajahan Belanda, lenong naik pangkat, karena mulai dipertunjukkan di panggung hajatan. Baru di awal kemerdekaan, teater rakyat ini murni menjadi tontonan panggung.


Umumnya masyarakat menaggap lenong adalah bila ada hajatan (kawinan atau sunatan), kaulan, peresmian/ deklarasi atau hari kemerdekaan di wilayah Jakarta . Biasanya pertunjukan lenong yang disugguhkan dimulai dari pukul 9:00 hingga 02:30 pagi. Orang bilang, mulai setelah sholat Isya dan selesai sebelum atau menjelang sholat Subuh. Tetapi ada juga yang menyuguhkannya di siang hari sampai sore hari. Jika ingin menanggap Lenong biasanya pesanan harus jauh hari sebelumnya minimal satu minggu.


Cerita yang ditampilkan dalam Lenong ada 2 jenis cerita,yang pertama adalah “Lenong Preman” atau “Lenong Jago” karena ceritanya menyangkut Saudagar, Juragan, para Jawara dan menampilkan cerita yang mengisahkan kehidupan sehari-hari. Kedua adalah “Lenong Denes (Dinas)” yaitu cerita tentang pemerintahan zaman dulu, menampilkan cerita raja, bangsawan, dan pengawalnya. Ini juga dibedakan dengan pakaian para pemainnya atau artis. Pakaian lenong preman lebih bebas sedangkan pakaian lenong dinas lebih formal dan biasanya mahal.


Peralatan kesenian lenong adalah perangkat gamelan atau Gambang Kromong yang terdiri atas:


  1. Gambang 1 buah (alat musik dengan banyak sumber suara, terdiri dari 18 buah bilah terbuat dari kayu. Dikenal juga dalam tradisi Jawa dan Sunda)

  2. Teh yan/ gatun 1 buah (semacam rebab berukuran kecil, berasal dari Cina)

  3. Kong an yan 1 buah (rebab berukuran sedang, berasal dari Cina)

  4. Shu kong 1 buah (rebab berukuran besar dari Cina)

  5. Ning-nong 1 buah (mirip gamelen Jawa dan Sunda, terbuat dari perunggu)

  6. Kemong 1 buah (sejenis gong kecil, mirip gamelan Jawa atau Sunda)

  7. Kromong 1 buah (gamelan yang dapat menghasilkan 10 sumber suara)

  8. Kecrek 1 buah (bilah perunggu yang diberi landasan kayu untuk dipukul-pukul, sehingga berbunyi crek,crek)

  9. Kendang 4 buah (tambur dengan dua permukaan, berasal dari Jawa, Sunda atau Bali )

  10. Tambur 1 buah

  11. Suling 1 set

  12. Piston 1 buah

  13. Go ong 2 buah

Dan Foresta

1 komentar:

Dan Foresta mengatakan...

Ayo siapa yang mau maen Lenong ?
untuk Melestarikan kesenian Betawi....