Bir, identik dengan minuman yang berasal dari barat yang dapat memabukan jika diminum. Namun di Betawi minuman yang satu ini memiliki keunikan dan cita rasa tersendiri dan tidak memabukan seperti minuman berjenis bir pada umumnya.
Namanya "Bir Pletok" minuman yang diadopsi dari barat ini dimodifikasi oleh Orang Betawi mulai dari cara pembuatan dan penyajiannya. Konon nama Bir Pletok ini digunakan karena pada saat dimasak bir ini mengeluarkan bunyi "pletak-pletok".
Cerita lainnya juga yang menjadi cikal bakal minuman Bir Pletok ini adalah ketika pada zaman kolonial Belanda menguasai Batavia (Jakarta), para kompeni Belanda senang minum-minum bir yang kemudian menimbulkan efek samping yang memabukan itu. Hal ini dilihat oleh Orang Betawi ketika para kompeni mabuk da ketika itu munculan ide Orang Betawi untuk membuat minuman yang tidak kalah enaknya dengan bir yang diminum oleh kompeni tersebut. Lantas dibuatlah minuman yang dapat menghangatkan dan menyehatkan badan yang kemudian dikenal dengan nama "Bir Pletok".
Setelah saya sedikit bercerita tentang asal usul Bir Pletok ini, saya ingin berbagi resep dan cara membuat minuman yang menghangatkan tubuh ini.
Bahan:
1 1/2 liter air
150 ml gula pasir (sesuai selera)
sedikit garam
1 batang kayu manis
3 batang serai
50 gr jahe, kupas, memarkan
1 jumput kayu angin
1/2 sdt garam
1 jumput akar secang
Cara membuat:
1. Rebus air hingga mendidih, kemudian masukkan kayu manis, serai, jahe dan kayu angin, dan akar secang lalu masak sampai beraroma.
2. Masukkan gula pasir dan garam, kecilkan api, rebus kembali 15 menit, angkat.
Bir pletok ini dapat dihidangkan dalam keadaan panas atau dingin sesuai selera.
Rabu, 13 Februari 2008
Bir Pletok
Diposting oleh
- uti -
di
03.04
0
komentar
Label: Kulinari
Jumat, 01 Februari 2008
Sunatan

Bila didalam sebuah keluarga memiliki anak laki-laki, maka anak laki-laki tersebut wajib dikihitan. Anak yang dikhitan biasanya berumur 8-10 tahun atau telah berani ketika ditanya oleh orang tuanya. Upacara khitanan ini ada yang diadakan secara besar-bersaran atau secara sederhana saja cukup dengan sedekahan membacakan doa bagi anak yang disunat, semua tergantung dari kemampuan keluarga.
Untuk upacara khitanan yang diadakan secara besar-besaran, penganten sunat diarak keliling-keliling dengan menunggang kuda dengan mengenakan pakaian haji dan layaknya penganten kawinan, penganten sunat juga menjadi raja sehari dimana semua kemauan atau permintaannya semua diturutin oleh orang tuanya. Didalam arakan ada juga ondel-ondel yang menyertainya tetapi tidak ada susunan prosesi seperti didalam upacara ngarak penganten kawinan, susunannya sederhana saja. Selain itu, biasanya keluarga yang punya hajat khitanan ini nanggap hiburan kesenian Betawi seperti Lenong, Wayang, Gambang kromong, atau Tanjidor.
Dan Foresta
Diposting oleh
- uti -
di
02.26
0
komentar
Label: Tradisi Orang Betawi
Nujuh Bulan
Bila ada seorang ibu yang sedang hamil dan kehamilan tersebut memasuki bulan yang ketujuh maka diadakan kenduri mengundang kerabat atau tetangga. Kenduri ini umumnya dilakukan pada masa kehamilan anak pertama dan pada tanggal yang mengandung unsur angka 7 yaitu tanggal 7,17 atau 27 pada bulan ketujuh masa kehamilan tersebut.
Nujuh Bulan ini bernuansa Islam, oleh sebab itu dalam Nujuh Bulan ini dilakukan pembacaan tahlil. Dalam kenduri ini dibacakan surat Yusuf, surat Mariam dan Surat Ar-Rahman. Ketiga surat ini dibacakan oleh tujuh orang pada waktu yang bersamaan sedangkan orang yang lain yang datang pada kenduri ini membaca surat-surat pendek lainnya. Setelah pembacaan ketiga surat itu, baru dilanjutkan dengan tahlilan bersama-sama. Nujuh Bulan ini mempunyai tujuan sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah SWT atas peristiwa penting dalam kehidupan perempuan dewasa yang sedang hamil yang kelak nantinya ia akan menjadi seorang ibu, atau syukur terhadap anugrah berupa kehamilan istri atau karunia akan didapatkan ananda tercinta.
Dalam Nujuh Bulan ini selalu ada rujakan. Rujak ini terdiri dari tujuh macam buah-buahan, buah delima merupakan buah pokok dalam rujakan ini sedangkan campuran buah lainnya yang sering digunakan adalah, kelapa muda, jeruk bali, anggur, apel, nanas, mangga atau bisa juga diganti dengan buah yang lainnya.
Dan Foresta
Diposting oleh
- uti -
di
02.14
0
komentar
Label: Tradisi Orang Betawi
