
Bila didalam sebuah keluarga memiliki anak laki-laki, maka anak laki-laki tersebut wajib dikihitan. Anak yang dikhitan biasanya berumur 8-10 tahun atau telah berani ketika ditanya oleh orang tuanya. Upacara khitanan ini ada yang diadakan secara besar-bersaran atau secara sederhana saja cukup dengan sedekahan membacakan doa bagi anak yang disunat, semua tergantung dari kemampuan keluarga.
Untuk upacara khitanan yang diadakan secara besar-besaran, penganten sunat diarak keliling-keliling dengan menunggang kuda dengan mengenakan pakaian haji dan layaknya penganten kawinan, penganten sunat juga menjadi raja sehari dimana semua kemauan atau permintaannya semua diturutin oleh orang tuanya. Didalam arakan ada juga ondel-ondel yang menyertainya tetapi tidak ada susunan prosesi seperti didalam upacara ngarak penganten kawinan, susunannya sederhana saja. Selain itu, biasanya keluarga yang punya hajat khitanan ini nanggap hiburan kesenian Betawi seperti Lenong, Wayang, Gambang kromong, atau Tanjidor.
Dan Foresta
Jumat, 01 Februari 2008
Sunatan
Diposting oleh
- uti -
di
02.26
0
komentar
Label: Tradisi Orang Betawi
Nujuh Bulan
Bila ada seorang ibu yang sedang hamil dan kehamilan tersebut memasuki bulan yang ketujuh maka diadakan kenduri mengundang kerabat atau tetangga. Kenduri ini umumnya dilakukan pada masa kehamilan anak pertama dan pada tanggal yang mengandung unsur angka 7 yaitu tanggal 7,17 atau 27 pada bulan ketujuh masa kehamilan tersebut.
Nujuh Bulan ini bernuansa Islam, oleh sebab itu dalam Nujuh Bulan ini dilakukan pembacaan tahlil. Dalam kenduri ini dibacakan surat Yusuf, surat Mariam dan Surat Ar-Rahman. Ketiga surat ini dibacakan oleh tujuh orang pada waktu yang bersamaan sedangkan orang yang lain yang datang pada kenduri ini membaca surat-surat pendek lainnya. Setelah pembacaan ketiga surat itu, baru dilanjutkan dengan tahlilan bersama-sama. Nujuh Bulan ini mempunyai tujuan sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah SWT atas peristiwa penting dalam kehidupan perempuan dewasa yang sedang hamil yang kelak nantinya ia akan menjadi seorang ibu, atau syukur terhadap anugrah berupa kehamilan istri atau karunia akan didapatkan ananda tercinta.
Dalam Nujuh Bulan ini selalu ada rujakan. Rujak ini terdiri dari tujuh macam buah-buahan, buah delima merupakan buah pokok dalam rujakan ini sedangkan campuran buah lainnya yang sering digunakan adalah, kelapa muda, jeruk bali, anggur, apel, nanas, mangga atau bisa juga diganti dengan buah yang lainnya.
Dan Foresta
Diposting oleh
- uti -
di
02.14
0
komentar
Label: Tradisi Orang Betawi
